Senin, 23 November 2009

GHUROBA

Betapa sering saat kita mengenang hari-hari bahagia kita
dengan Kitabullah kita membaca, di pagi dan sore hari

bersabda Rosulullah SAW
Islam itu bermula dari yang asing, dan akan kembali asing seperti mulanya
maka beruntunglah orang-orang yang asing

Sabtu, 21 November 2009

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah & Amalan yang Disyariatkan


Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah & Amalan yang Disyariatkan


Alhamdulillah,
segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam semoga tetap
tercurahkan kepada junjungan kita Rasulullah saw beserta keluarga dan segenap
sahabatnya serta seluruh kaum Muslimin yang mengikutinya. Amma ba‘du.

Wahai kaum Muslimin rahimakumullah!

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu ˜Abbas Radhiyallahu
anhuma bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada hari dimana
amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini,
yaitu: Sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah. Mereka bertanya: Ya Rasulullah,
tidak juga jihad fi sabilillah? Beliau menjawab: Tidak juga jihad fi
sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya,
kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun.�

Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu anhuma, bahwa
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada hari yang paling agung
dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh
hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan
tahmid.�

Macam-Macam Amalan yang Disyariatkan

1. Melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah

Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang
menunjukkan keutamaannya, antara lain: sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam:
“Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara
keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga.�

2. Berpuasa pada seluruh atau sebagiannya, terutama pada Hari
Arafah.

Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan
yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi: “Puasa ini
adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah
meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku�.

Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri, Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah
Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di
jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari
api neraka selama tujuh puluh tahun.� (Hadits Muttafaq \'Alaih).

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah bahwa Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berpuasa pada hari Arafah karena
mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya�.

3. Takbir dan Dzikir pada Hari-Hari Tersebut

Sebagaimana firman Allah Ta‘ala: “.... dan supaya mereka menyebut nama Allah
pada hari-hari yang telah ditentukan ...�. (Al-Hajj: 28).

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah.
Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari
tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma: “Maka
perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid�. (HRi Ahmad).

Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah
Radhiyallahu ‘Anhum keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya
mengumandangkan takbir lalu orang-orang pun mengikuti takbirnya.

Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha‘, tabiin bahwa pada hari-hari
ini mengucapkan: “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu
Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu� Artinya : “Allah Maha Besar, Allah Maha
Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar,
Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah�.

Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar,
rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah: “Dan hendaklah
kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu ...�.
(Al-Baqarah: 185)

Generasi Salaf (generasi terdahulu: shahabat radhiyallahu 'anhum,
tabi'iin, & tabi-ut-tabi' in) tidak pernah mengumandangkan takbir
bersama-sama, yaitu dengan berkumpul
pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Yang
menurut sunnah adalah masing-masing
orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan
do‘a,
kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan
mengikuti orang
lain. Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti:
takbir, tasbih
dan do‘a-do‘a lainnya yang disyariatkan.

4. Taubat serta Meninggalkan Segala Maksiat dan Dosa

Bertaubat sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan
dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta'atan adalah penyebab dekat dan cinta
kasih Allah kepadanya.

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, bahwasanya Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan
kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan
Allah terhadapnya" (Hadits Muttafaq 'alaihi).

5. Banyak Beramal Shalih

Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur‘an, amar
ma‘ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari
itu dilipatgandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila
dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada
amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama,
sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang
tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

6. Mengumandangkan Takbir Muthlaq

Takbir muthlaq adalah takbir yang dilakukan pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan
pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang
dilaksanakan dengan berjama'ah; bagi selain jama'ah haji dimulai dari sejak
Zhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

7. Berkurban pada Hari Raya Qurban dan Hari-Hari Tasyriq

Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta'ala
menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam:
"Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan
bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan
bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu". (Muttafaq'Alaihi).

[Hari Raya Qurban: 10 Dzulhijjah; Hari Tasyriq: 11, 12, 13 Dzulhijjah]

8. Dilarang Mencabut atau Memotong Rambut dan Kuku bagi Orang yang Hendak
Berkurban

Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘Anha bahwa
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Jika kamu melihat hilal bulan
Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia
menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya".

Dalam riwayat lain: "Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau
kukunya sehingga ia berkurban".

Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang
menuntun hewan kurbannya. Firman Allah:
" ..... dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di
tempat penyembelihan. ..." (Al-Baqarah: 196)

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban
saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari
mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya,
meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

9. Melaksanakan Shalat Idul Adha dan Mendengarkan Khutbahnya
Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini
adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai
hari keangkuhan dan kesombongan; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan
bergelimang dalam kemungkaran seperti; nyanyi-nyanyian, main judi,
mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal
kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari sebelumnya.

10. Selain Hal-Hal yang Telah Disebutkan di Atas
Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan
ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan
menjauhi segala larangan; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh
kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.
Semoga Allah melimpahkan taufiq-Nya dan menunjuki kita kepada jalan
yang lurus. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Nabi
Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Sumber: http://www.alsofwah Oleh Syaikh Dr. Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin

Senin, 31 Agustus 2009

Sepekan Maru Di Kampus UNS


Assalamu'alaykum Wr wb.

sudah sepekan di kampus hijau ini..
sahabat sekalian.. tentu sahabat sekalian merasa bersyukur sekali diterima di UNS ini. sahabat adalah salah seorang dari 5000an mahasiswa baru UNS.
Sahabat akan semakin faham dan tahu tentang Kehidupan Kampus.. kehidupan yang akan menempa sahabat sekalian..
harapannya, wujud Syukur dari sahabat sekalian salah satunya adalah dengan Bijaksana memilih setiap pilihan hidup.. karena hidup hakikatnya adalah memilih. memilih mana yang akan kita pilih untuk dijalani ke depan.
Sahabat sekalian adalah orang2 yang bijak dalam menentukan sikap.
semoga Allah SWT memberikan kecerdasan, kebijaksanaan, dan kehati-hatian pada para sahabat Maru semua..

salam perjuangan di Kampus UNS tercinta....
Wassalamu'alaykum Wr wb.

Selasa, 25 Agustus 2009

Welcome to The Green Campus Area

Assalamu'alayum Warahmatullah wabarokatuh.

Teruntuk Sahabat sekalian.. terutama sahabat MaRu (Mahasiswa Baru) 2009.
Kami segenap Keluarga Besar JN UKMI UNS mengucapkan..

"Welcome To The Green Campus Area"
Semangat berPrestasi, Teduh Dalam Nuansa Islam..


tentu menjadi mahasiswa merupakan nikmat yang luar biasa, yang harus disyukuri.
ini merupakan sebuah karunia dari ALLAH SWT untuk kit.
Semoga Universitas Sebelas Maret ini menjadi salah satu pintu yang dibukakan ALLAH SWT untuk kesuksesan sahabat sekalian..

Kami sangat bahagia, sekarang bertambah lagi keluarga baru di KAMPUS.
Selamat mengarungi kehidpan akademik di kampus Hijau UNS.

genggam erat Cita cita.. jadikan diri sahabat Mahasiswa yang Prestatif, Sholeh dan Tentunya...
ber Islam dengan baik...

Salam Ta'aruf dari kami..
Bidang Pembinaan
Jamaah NurulHuda Unit Kegiatan Mahasiswa Islam UNS
Rohisnya UNS.

JN UKMI=

Wassalamu'alaykum Warohmatullah Wabrokatuh